MENYAHUTI ASPIRASI MASYARAKAT, KETUA KOMISI II DPR RI TURUN LANGSUNG KE KECAMATAN SEI KEPAYANG KABUPATEN ASAHAN

  • Bagikan

Tegas investigasi.com. Asahan. Menyahuti laporan dari Koperasi Produsen Asahan Bina Sejahtera atau Koperasi ABS yang di sampaikan Pada Tanggal 25 Bulan Maret 2022 yang lalu, perihal PT IPS yang belum melaksanakan sepenuhnya ketentuan Undang-undang, dalam hal ini Perpres nomor 86 tahun 2018 tentang redistribusi Plasma Perkebunan minimal 20%, Ketua Komisi II DPR RI DR H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung S.Si.MT yang di dampingi oleh Ketua DPD Partai Golkar Efi Irwansyah Pane dan H.Darwis Sianipar SH. pada Kamis 8/9-2022 pukul 10.00.Wib turun langsung untuk bertatap muka dengan seluruh pengurus dan anggota Koperasi ABS serta dari Masyarakat tempatan di Sei Kepayang Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Penyambutan tamu kehormatan Koperasi ABS ini di meriahkan dengan ADRAH ( kesenian Melayu) dan pencak silat sebagai perwujudan rasa syukur dan bahagia, karena kedatangan pejabat negara setara menteri dari Jakarta yang khusus di tugaskan untuk menyahuti proposal yang telah di sampaikan kepada DPR RI.Pertemuan yang di beri tema Temu Tani Sosialisasi Redistribusi Lahan Plasma Perkebunan 20% ini di hadiri oleh 219 orang anggota Koperasi ABS yang kesemua itu berasal dari masyarakat Sei Kepayang sebagai calon penerima lahan Plasma dan di tambah masyarakat setempat serta Seluruh jajaran pengurus yang totalnya mencapai 400 orang lebih .Dalam Pemaparannya, Ahmad Doli mengatakan ” Bahwa sesungguhnya ini adalah memang tugas kami yang duduk di komisi II DPR RI, Apa lagi saya adalah ketua komisi II yang memang di tugaskan membidangi tentang masalah ini meskipun tidak di minta kewajiban saya lah harus turun ke Sei Kepayang ini.Oleh sebab itu, hal ini akan menjadikan perioritas utama yang harus saya selesaikan dengan segera “. Ujarnya.Pak Panjaitan salah seorang pemuka masyarakat yang juga menjadi anggota koperasi ABS bertanya ” bisa atau tidakkah plasma ini kami dapatkan, Karena sebelum kami masuk untuk menjadi Anggota koperasi ABS , kami masyarakat Sei Kepayang sudah pernah mengusahakan untuk mendapatkan lahan plasma melalui kelompok tani dan koperasi juga, tapi kami hanya mendapatkan janji janji kosong belaka sampai saat ini. Dan kapan kira kira plasma ini bisa kami dapatkan”. Ujar Panjaitan mengakhiri pertanyaannya.Kembali Ahmad Doli menjelaskan ” Kalau plasma ini ya jelas akan di dapatkan , di karenakan ini adalah perintah undang-undang yang tidak pandang bulu bahwa seluruh perusahaan HGU baik BUMN maupun Swasta wajib melaksanakan ini. Dan apa bila ada perkebunan HGU yang tidak mau mematuhi undang-undang ini, dalam hal melaksanakan mengeluarkan minimal 20% lahan yang di kuasainya maka izin HGU nya akan di cabut atau tidak akan di sambung lagi.Memang bila di tanya kapan, tentunya saya tidak dapat menjanjikan apakah beberapa Minggu atau bulan lagi, namun bukti keseriusan saya dalam hal ini, bahwa saya telah membawa proposal koperasi ABS ini kepada menteri terkait baik menteri yang lama maupun menteri yang baru ini.Artinya saya memang tidak main-main dalam menuntaskan pekerjaan saya , dan setelah saya turun langsung ke Sei kepayang ini jadi ada alasan saya untuk kedepan lebih garang lagi menyuarakan aspirasi masyarakat Sei Kepayang lewat Koperasi ABS ini ” imbuhnya di iringi dengan tepuk tangan dan takbir dari para hadirin.Acara yang langsung di pimpin oleh Ketua Koperasi ABS Fadli Harun Manurung SH ini terasa sangat menjawab keinginan masyarakat Sei Kepayang yang memang notebeneNya rata rata hanya sebagai buruh tani dan pemanjat kelapa.

DR H.AHMAD DOLI KURNIA TANJUNG S.Si. MT. Akrab Di tengah-tengah pengurus dan anggota koperasi produsen Asahan Bina Sejahtera

Tepat pukul 12.00 Wib acara ini selesai , Timbul semangat baru yang menguatkan para pengurus dan anggota Koperasi Produsen Asahan Bina Sejahtera ,Bahwa redistribusi Lahan Plasma ini akan segera terwujud.Sebab dari penjelasan seorang pejabat ketua komisi II DPR RI adalah benar-benar menjadikan tumpuan harapan masyarakat kecil buruh tani yang menginginkan untuk mendapat hak nya yang selama ini terabaikan karna Para Pengusaha perkebunan HGU di daerah mereka tidak melaksanakan apa yang telah di tetapkan sebagai undang-undang di negara Republik Indonesia ini. (ZQ)

  • Bagikan
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Isi di Proteksi !! Mohon Maaf, untuk sementara content tidak dapat disalin. Terima Kasih